Apa itu Cloud Computing ?
Untuk
memudahkan pemahaman mengenai model cloud computing kita ambil analogi
dari layanan listrik PLN. Tentu kita semua adalah para pemakai
listrik dalam kehidupan sehari-hari. Untuk bisa menikmati listrik, kita tidak
perlu mendirikan infrastruktur pembangkit listrik sendiri, bukan? Yang perlu
kita lakukan adalah mendaftar ke PLN karena PLN sudah menyediakan layanan
listrik ini untuk pelanggan.
Kalau
Anda pernah melihat gardu induk PLN, Anda akan melihat bagaimana rumitnya instalasi
listrik disana dengan banyak sekali transformator dan peralatan berat lainnya (Resource
Pooling). Disinilah sumber daya listrik berpusat untuk kemudian
didistribusikan ke pelanggan. Distribusi listrik ke pelanggan dari gardu induk
ini menggunakan kabel listrik yang sudah distandarisasi. Kabel antara
pembangkit listrik dengan gardu induk biasa dikenal dengan istilah SUTET
(Saluran Udara Tegangan Ektra Tinggi). Dari gardu induk, distribusi kemudian
dipecah ke gardu-gardu lain sampai akhirnya sampai di rumah pelanggan dengan
kabel yang lebih kecil. Kabel listrik yang ada ini menjamin koneksi listrik
yang cepat, sehingga layanan listrik bisa dinikmati terus menerus (Broad
Network Access).
Setelah mendaftar,
pelanggan bisa memakai energi listrik dan membayar kepada PLN berdasarkan
jumlah penggunaan listrik kita tiap bulan. Jumlah yang dibayar dihitung dari
meteran listrik di rumah pelanggan (Measured Service). Saat
pelanggan butuh daya tambahan karena suatu tujuan khusus (misalnya saat acara
pernikahan keluarga), pelanggan tinggal meminta kepada PLN untuk menambahkan
daya, dan suatu saat nanti ketika ingin menurunkan daya lagi, pelanggan tinggal
meminta juga kepada PLN.
Bisa dikatakan
penambahan daya listrik ini bersifat elastis, untuk menambah daya atau
menurukannya bisa dilakukan segera (Rapid Elasticity). Akan
sangat menarik jika kedepannya untuk melakukan penambahan/penurunan daya
tersebut, pelanggan bisa melakukannya sendiri dari suatu alat yang disediakan
oleh PLN, sehingga tidak dibutuhkan lagi interaksi dengan pegawai PLN (Self
Service).
Ketika memakai
layanan listrik dari PLN, pelanggan tidak perlu pusing untuk memikirkan
bagaimana PLN memenuhi kebutuhan listrik . Hal terpenting yang perlu diketahui adalah listrik menyala untuk kebutuhan sehari-hari,
serta berapa tagihan listrik yang perlu
dibayar tiap bulannya. Pelanggan tidak perlu mengetahui secara detail
bagaimana PLN merawat infrastruktur listriknya, bagaimana ketika mereka ada
kerusakan alat, bagaimana proses perawatan alat-alat tersebut. Intinya,
pelanggan cukup tahu bahwa dapat menikmati listrik dan berkewajiban membayar
biaya tersebut tiap bulannya, sedangkan PLN sendiri berkewajiban untuk memenuhi
kebutuhan listrik pelanggannya.
Analogi PLN di
atas adalah gambaran dari layanan Cloud Computing. Menurut NIST (National
Institute of Standards and Technology), terdapat 5 karakteristik sehingga
sistem tersebut disebut Cloud Computing, yaitu:
1. Resource
Pooling
Sumber daya
komputasi (storage, CPU, memory, network bandwidth, dsb.) yang
dikumpulkan oleh penyedia layanan (service provider) untuk memenuhi
kebutuhan banyak pelanggan (service consumers) dengan model multi-tenant.
Sumber daya komputasi ini bisa berupa sumber daya fisik ataupun virtual dan
juga bisa dipakai secara dinamis oleh para pelanggan untuk mencukupi
kebutuhannya.
2. Broad
Network Access
Kapabilitas
layanan dari cloud provider tersedia lewat jaringan dan bisa diakses
oleh berbagai jenis perangkat, seperti smartphone, tablet, laptop,
workstation.
3. Measured
Service
Tersedia layanan
untuk mengoptimasi dan memonitor layanan yang dipakai secara otomatis. Dengan monitoring
sistem ini, kita bisa melihat berapa resources komputasi yang telah
dipakai, seperti: bandwidth , storage, processing, jumlah pengguna aktif.
Layanan monitoring ini sebagai bentuk transparansi antara cloud
provider dan cloud consumer.
4. Rapid
Elasticity
Kapabilitas dari
layanan cloud provider bisa dipakai oleh cloud consumer secara
dinamis berdasarkan kebutuhan. Cloud consumer bisa menaikkan atau
menurunkan kapasitas layanan. Kapasitas layanan yang disediakan ini biasanya
tidak terbatas, dan service consumer bisa dengan bebas dan mudah memilih
kapasitas yang diinginkan setiap saat.
5. Self
Service
Cloud Consumer bisa
mengkonfigurasikan secara mandiri layanan yang ingin dipakai melalui sebuah
sistem, tanpa perlu interaksi manusia dengan pihak cloud provider. Konfigurasi
layanan yang dipilih ini harus tersedia segera dan saat itu juga secara
otomatis.
Kelima karakteristik
Cloud Computing tersebut harus ada di service provider jika ingin
disebut sebagai penyedia layanan Cloud Computing. Salah satu saja dari
layanan tersebut tidak terpenuhi, maka penyedia layanan tersebut belum/tidak
pantas disebut sebagai cloud provider.
Layanan Cloud
Computing
Setelah pengguna
mengetahui karakteristik dari Cloud Computing, berikutnya akan dibahas
jenis-jenis layanan dari Cloud Computing. NIST sendiri membagi jenis
layanan Cloud Computing menjadi tiga sebagai berikut:
1. Software as a Service (SaaS)
Saas adalah
layanan dari Cloud Computing dimana pelanggan dapat menggunakan software
(perangkat lunak) yang telah disediakan oleh cloud provider. Pelanggan
cukup tahu bahwa perangkat lunak bisa berjalan dan bisa digunakan dengan baik.
2. Platform as a Service (PaaS)
Paas adalah
layanan dari Cloud Computing kita bisa menyewa “rumah” berikut
lingkungannya, untuk menjalankan aplikasi yang telah dibuat. Pelanggan tidak
perlu pusing untuk menyiapkan “rumah” dan memelihara “rumah” tersebut. Yang
penting aplikasi yang dibuat dapat berjalan dengan baik. Pemeliharaan “rumah”
ini (sistem operasi, network, database engine, framework
aplikasi.) menjadi tanggung jawab dari penyedia layanan. Sebagai analogi, misalkan ingin menyewa kamar
hotel, kita tinggal tidur di kamar yang sudah disewa, tanpa peduli bagaimana
“perawatan” dari kamar dan lingkungan kamar. Yang terpenting adalah, suasananya
nyaman untuk digunakan. Jika suatu saat dibuat tidak nyaman, maka pelanggan
dapat pindah ke hotel lain yang lebih bagus layanannya.
3. Infrastructure as a Service (IaaS)
Iaas adalah layanan dari Cloud Computing
sewaktu kita bisa “menyewa” infrastruktur IT (unit komputasi, storage,
memory, network, dsb). Dapat didefinisikan berapa besar unit komputasi (CPU),
penyimpanan data (storage), memory (RAM), bandwidth , dan
konfigurasi lainnya yang akan disewa. Untuk lebih mudahnya, layanan IaaS ini
adalah seperti menyewa komputer yang masih kosong. Kita sendiri yang
mengkonfigurasi komputer ini untuk digunakan sesuai dengan kebutuhan kita dan
bisa kita install sistem operasi dan aplikasi apapun diatasnya.
- Topik : Cloud Computing
- Tujuan : mengenal Cloud Computing
- Deskripsi, karena mencakup keseluruhan tentang could computing, pengertian could computing, hal-hal mengenai could computing jenis-jenis dan karakteristik could computing.
- Sumber daya komputasi yang dikumpulkan oleh penyedia layanan
S1 P1 O
untuk memenuhi kebutuhan banyak pelanggan
konj P2 S2
- pengguna mengetahui karakteristik dari could computing
S P Pel O
- Perusahaan menyewa layanan dari Office365 karena
perusahaan tersebut
S1 P1 O1 Konj S2
sudah mempuyai
banyak user di active direktori
P2 O2 ket
- Cloud computing
disediakan untuk masyarakat umum
S P Konj O
- Pengantar cloud computing
diharapkan bisa memberikan gambaran awal
S1 P1 Pel O
bagi anda
konj S2
- Belum mengenai
cloud computing
P2 O2
Hubungan Koordinatif
- Pelanggan bisa memakai energi listrik
dan membayar kepada PLN berdasarkan jumlah penggunaan listrik
kita setiap bulan.
- Cloud consumer bisa
menaikkan atau menurunkan kapasitas layanan.
Hubungan Subordinat
- Pelanggan cukup tahu bahwa dapat menikmati
listrik dan berkewajiban membayar biaya tersebut tiap
bulannya.
- Kabel antara pembangkit listrik dengan
gardu induk biasa dikenal dengan istilah SUTET (Saluran Udara
Tegangan Ekstra Tinggi).
- Kabel antara pembangkit listrik dengan gardu
induk biasa dikenal dengan istilah SUTET (Saluran Udara
Tegangan Ekstra Tinggi).
http://www.cloudindonesia.org/apa-itu-public-cloud-private-cloud-dan-hybrid-cloud.html
Referensi
http://www.cloudindonesia.org/apa-itu-public-cloud-private-cloud-dan-hybrid-cloud.html






0 komentar:
Posting Komentar